Read Time:1 Minute, 27 Second

BANDUNG ||
Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) (unaudited) tahun anggaran 2021 kepada Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) perwakilan Jawa Barat. LKPD (unaudited) diserahkan langsung oleh Wabup Iwan kepada Kepala BPK perwakilan Jawa Barat, Agus Khotib, di Kantor BPK RI perwakilan Jawa Barat, Bandung, Jumat (25/3). Wabup Iwan menargetkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor raih kembali predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-7 di tahun 2022.  

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor hari ini menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (unaudited) tahun anggaran 2021. Alhamdulillah penyerahan LKPD ini bisa tepat waktu, sesuai yang diharapkan.

“Kami atas nama Pemkab Bogor mengucapkan terima kasih kepada jajaran BPK RI perwakilan Jawa Barat yang telah melaksanakan pemeriksaan pendahuluan selama satu bulan terakhir,” kata Iwan Setiawan.

Iwan menambahkan, Pemkab Bogor sendiri telah berhasil mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 6 kali berturut-turut, 3 diantaranya didapat di bawah kepemimpinan kami. Pada momentum ini juga kami berharap semoga tahun ini kembali mendapatkan predikat WTP.

“Kami sudah intruksikan kepada seluruh perangkat daerah untuk selalu bekerja sama menyukseskan pemeriksaan selanjutnya oleh BPK RI. Menyiapkan data-data yang memang diperlukan oleh tim pemeriksa nantinya. Insyaallah Pemkab Bogor akan selalu berkomitmen membangun kerjasama yang baik,” papar Wabup Iwan.

Kepala BPK perwakilan Jawa Barat, Agus Khotib mengungkapkan, laporan yang diserahkan hari ini terdiri dari tujuh laporan, yaitu laporan realisasi anggaran, laporan perubahan saldo anggaran lebih, neraca, laporan operasional, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, dan catatan atas laporan keuangan. 

“Disamping tujuh laporan tersebut, ada juga beberapa lampiran yang harus dilengkapi dalam  penyampaian laporan keuangan ini, yaitu surat pernyataan tanggung jawab kepala daerah, lalu selanjutnya hasil reviu Inspektorat, laporan keuangan BUMD, dan terakhir prosedur analitis LKPD unaudited,” ujar Agus. (Red)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Kabupaten Bogor Perekonomiannya Terbesar di Indonesia
Next post Ade Yasin Berharap Musrenbang Hasilkan Renstra Pembangunan Jawa Barat dan Kabupaten Bogor
Close