Read Time:2 Minute, 50 Second

CIBINONG –
Sekretaris Daerah Burhanudin bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bogor, ikuti kegiatan apel siaga Tim Pendamping Keluarga (TPK)  Bergerak secara virtual di Ruang Rapat I Setda Kabupaten Bogor, Kamis (12/5/22).

Apel Siaga yang dilaksanakan secara virtual dihadiri oleh Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI beserta para deputi, Kepala BKKBN Pusat, Kepala Staf Kepresidenan RI, Gubernur Jawa Barat dan diikuti secara virtual oleh Kabupaten/Kota se-Indonesia.

Secara virtual Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo dalam apel siaga TPK Bergerak mengungkapkan, bahwa 600 ribu personel bertugas melakukan penyuluhan, memfasilitasi pelayanan rujukan, dan memfasilitasi pemberian bantuan sosial serta melakukan surveilans kepada sasaran keluarga berisiko stunting. “Jumlah keluarga berisiko stunting ini harus ditekan seminimal mungkin. Mari kita bekerja secara optimal,” kata Hasto dalam apel siaga TPK Bergerak.

Menurut Hasto, seiring dengan berjalannya program pengentasan angka stunting ini, TPK akan memberi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mulai dari edukasi prakonsepsi untuk calon pengantin hingga pendampingan pada ibu pasca melahirkan. Dalam hal ini, calon pengantin diharapkan melakukan pemeriksaan kesehatan dan mengetahui kondisi hemoglobin (Hb) dalam darah, pengukuran tinggi dan berat badan serta lingkar lengan atas.

Katanya, sasaran utama TPK adalah para calon pengantin, ibu hamil dan ibu pascapersalinan, ibu menyusui, dan anak berusia 0-59 bulan. “Tim pendamping keluarga mengawal mulai dari yang mau hamil, mereka yang hamil dan mereka baru punya bayi agar bisa dicegah tidak menimbulkan stunting baru, dan bertanggung jawab untuk memastikan keluarga-keluarga yang dipetakan sebagai keluarga yang berisiko melahirkan bayi stunting mendapatkan dukungan yang merupakan haknya,” lanjut Hasto di dalam pembukaan acara tersebut yang diikuti melalui teleconference.

Ia menerangkan bahwa, berdasarkan pendataan keluarga 2021 yang dilakukan oleh lebih dari 700 ribu kader, berhasil mendata 66.207.139 kepala keluarga di 33 provinsi, dan memetakan keluarga yang teridentifikasi sebagai keluarga berisiko stunting sebanyak 21.906.625 keluarga. Data keluarga berisiko stunting yang dinamis dari waktu ke waktu, memerlukan verifikasi, validasi, dan sekaligus pemutakhiran, agar pemerintah mempunyai data sasaran yang valid dan akurat, yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan penajaman sasaran pendampingan keluarga maupun intervensi terhadap keluarga berisiko stunting yang terdiri dari ibu hamil, balita (0-59 bulan), baduta (0-23 bulan).

“Kader KB akan datang ke rumah keluarga sasaran untuk melakukan pemutakhiran, verifikasi, dan validasi data, selain melakukan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) pencegahan stunting.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, penduduk banyak akan jadi kekuatan jika penduduknya berkualitas. Sebaliknya, penduduk banyak akan menjadi bencana apabila penduduknya tidak berkualitas, definisi tidak berkualitas adalah stunting.

“Stunting itu kalau anak-anak kita lahir hari ini, akan membebani negara 20-30 tahun ke depan. Mereka akan jadi golongan penerima bansos, tangan di bawah. Nah kita harus mencegah itu. jangan sampai 2045 atau 100 tahun indonesia merdeka kita tidak sampai ke mimpi negara maju. Sekarang indonesia ranking 16 ekonomi terbaik di dunia, 10 tahun lagi ranking 10, dan 2045 insyaallah ranking 4. Syaratnya, demografinya tidak boleh ada yang stunting. Itulah kenapa kita serius,” pinta Ridwan Kamil.

Selanjutnya, Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal (Purn) TNI Moeldoko menyatakan, program stunting ini harus dikawal untuk memastikan agar program strategis nasional salah satunya stunting bisa berjalan dengan baik. Salah satu strateginya dengan mengoptimalkan aktor utama yaitu para pendamping keluarga, dalam hal ini diantaranya adalah para bidan, penggerak PKK dan Kader Keluarga Berencana.

“Saya ingin tunjukkan kepada dunia, aktor-aktor luar biasa ini bisa menggerakkan aktivitas untuk bisa bebas dari stunting,” imbuhnya.

(Red)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Lahirkan Duta Kabupaten, Pemkab Bogor Gelar Pemilihan Puteri Otonomi Daerah 2022 
Next post Ditunjuk Jadi Tuan Rumah HUT APKASI 2022, Plt. Bupati Bogor : Panitia Sudah Siap 
Close