Read Time:1 Minute, 36 Second

CIBINONG ||
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin mengikuti arahan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pada Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat secara virtual, di Ruang Rapat III Gedung Sekretariat Daerah Cibinong, Selasa (25/1/2022).

Pada kesempatan tersebut, Ridwan Kamil mengajak seluruh pihak untuk menjaga kekompakan dalam menghadapi lonjakan kasus Covid-19, khususnya Varian Omicron. Kang Emil juga menyampaikan, jika ada isolasi terpusat di level desa, agar dimonitor, meski bukan kasus Covid Varian Omicron, perlakuannya harus sama.

“Mudah-mudahan dengan kekompakan tracing kita, kekompakan menaikkan capaian vaksin, dan kekompakan menjaga Protokol Kesehatan, apapun nama Covid-nya bisa kita tangani dengan baik. Masyarakat kompak disiplin Prokesnya, sementara pemerintah disiplin lakukan 3T (testing, tracing, dan treatment),” ujar Kang Emil.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja menjabarkan, di Jawa Barat kasus konfirmasi 712.748 dengan kasus aktif 3.808, mohon untuk diwaspadai dalam satu minggu terakhir terjadi penambahan kasus yang terus meningkat. Kabupaten/Kota dengan kasus konfirmasi tinggi yakni mulai dari Depok, Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Bandung dan Kabupaten Karawang.

“Soal kasus Varian Omicron di Jawa Barat, fase pertama ada 15 orang semua berasal dari perjalanan luar negeri, semua diisolasi di Wisma Atlet dan kini statusnya sudah sembuh. Fase kedua ada 18 orang, statusnya 16 orang sudah sembuh, 2 orang masuk pusat isolasi di Kota Bandung. Berikutnya pada pemeriksaan tanggal 23 Januari 2022, ada 2 orang yang probable Varian Omicron,” jelas Setiawan.   

Ia menambahkan, dari beberapa strategi yang kita lakukan, diantaranya kita menambah waktu karantina untuk Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN), pertama di Wisma Atlet selama 14 hari, ditambah mereka harus melakukan karantina mandiri kurang lebih 10 hari lagi.

“Kita harus mewaspadai situasi dan kondisi yang terjadi saat ini, agar Varian Omicron ini tidak lebih dahsyat dibandingkan Varian Delta, maka capaian dosis kedua di kabupaten/kota harus dikejar hingga di atas 70 persen,” ungkap Setiawan Wangsaatmaja.
(Red)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Kunker Komisi I DPD RI, Tingkatkan Sinergitas dengan Pemkab Bogor
Next post Minimalisir Pencemaran Air, Ade Yasin Resmikan IPAL Komunal Kawasan Puncak  
Close