Read Time:4 Minute, 24 Second

GARUT ||
Pekerja Migran Indonesia (PMI), Dewi Rosita di kabarkan kabur dari rumah majikannya sekitar 14 Oktober 2021, dan hingga berita ini diturunkan, tidak diketahui dimana keberadaan dan nasib Dewi Rosita. Akibatnya keluarga Dewi menjadi gelisah dan berharap agar pemerintah segera menemukan keberadaan Dewi dan bisa secepatnya dibawa kembali ke Tanah Air.

Dewi Rosita diduga merupakan PMI korban perdagangan manusia ke luar negeri, mengingat pantauan awak media saat ini banyak sekali oknum Sponsor yang mengatasnamakan PT atau Agency seolah menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungkan dari hasil memberangkatkan para calon PMI ke Luar Negeri seperti ke Timur Tengah khususnya Erbil.

Para calon PMI seolah dijebak dengan janji manis Oknum Sponsor yang tidak bertanggung jawab, sehingga para calon PMI harus mengalami hal pahit di Timur Tengah seperti dialami Dewi Rosita PMI asal Garut Jawa Barat.

Melalui chat WhatsApp sebelum hilang kontak, Dewi mengaku awalnya ingin mengadu nasib berangkat ke negara Arab Saudi untuk membantu perekonomian keluarga, karena sulitnya lapangan pekerjaan di Indonesia sehingga nekat untuk mengais rezeki di Arab Saudi.

“Saya ditawarin bekerja ke Dubai oleh Sponsor yang bernama Tati orang Cianjur, lantas saya diserahkan kepada Sponsor yang bernama E Saepudin atau biasa di panggil Apud orang Sukabumi, setelah proses Medical dan Pasporan, saya menerima uang fee sebesar tujuh juta rupiah dari Tati, setelah itu saya nunggu selama kurang lebih dua bulan di rumah,” ungkap Dewi mengenang proses awal keberangkatannya.

“Tanggal 7 Desember 2020, saya di bawa ke Jakarta dan bertemu dengan Agency bernama Nenden, saya ditampung selama dua hari di penampungan yang terletak di daerah Cibubur, saat saya berada di penampungan, ada yang bilang ke saya entah itu sponsor atau itu dari Agency, memberitahukan bahwa saya akan ada interview untuk keberangkatan,” ingat Dewi.

Dalam interview itulah, menurut Dewi dirinya baru tahu bahwa akan diterbangkan ke Negara Erbil, “Waktu itu saya sempat menolak karena perjanjian awalnya ke Dubai, dan saya juga mempertanyakan ke Erbil itu legal atau tidak, namun pak Apud meyakinkan saya bahwa walaupun ilegal pak Apud akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu di Erbil”.

“Dalam interview, dimana saya masih ragu, mereka mengatakan di Erbil itu pekerjaannya lebih ringan dibanding Arab Saudi atau Uni Emirath Arab, dan mereka bilang gajihnya pun lebih besar di Erbil, bahkan katanya Erbil itu Negara yang sangat indah, malah orang itupun ngasih pilihan sama saya jika saya tidak jadi berangkat maka saya harus mengembalikan ganti rugi uang bekas biaya proses, jika saya berangkat, maka semua pasilitas dan kebutuhan saya semua akan di tanggung majikan, akan tetapi semua janji mereka hanya bohong belaka” kenang Dewi mengeluhkan.

“Saya bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Negara Erbil, di majikan pertama saya bekerja selama 22 Minggu atau 5 bulan 2 Minggu, majikan pertama baik namun saya dilarang untuk megang HP, karena saya butuh untuk komunikasi dengan keluarga saya, akhirnya saya nekat beli Hp dari temen yang bekerja satu komplek dengan saya. Tidak lama kemudian saya ketauan punyai HP lantas HP saya dirampas oleh majikan dan diperiksa. Waktu itu saya sempet iseng ngapload foto uang Erbil untuk di pasang di status, namun majikan saya malah menuduh saya mencuri uang, padahal saya sama sekali tidak pernah mencuri, majikan saya ngancam akan melaporkan saya ke Polisi,” keluh Dewi.

Foto luka lebam di tangan kanan Dewi di Irak/Erbil

Masih keluhan Dewi, “Karena takut, saya langsung minta pulang ke kantor Agency, uang hadiah pemberian dari orang tua majikan dirampas dan gajih saya satu bulan setengah tidak dibayar. Lantas saya bekerja lagi di majikan yang ke dua, boleh menggunakan HP untuk komunikasi sama keluarga meskipun di batasi, akan tetapi bekerja di majikan yang ke dua penuh dengan air mata penderitaan, setiap hari majikan saya sering marah-marah gak jelas, kerja ini salah kerja itu salah, padahal saya bekerja di 3 rumah sendirian, yaitu di rumah orang tua majikan, di rumah adiknya dan di rumah majikan. Sedikit waktu saya untuk bisa istirahat, sampai makanan pun saya di kasih makanan sisa majikan, akan tetapi gajih saya tetap aja 300 dolar. Saking capeknya hingga saya menderita sakit di kaki sebelah kiri dan tangan kanan luka lebam. Saat itu saya minta tolong kepada team media deFakto.id untuk membantu saya agar bisa kembali ke Indonesia, karena jujur saya sudah tidak tahan lagi bekerja di sini”.

“Media deFakto.id menjembatani saya agar bisa terhubung dengan KBRI Bagdad, saya terhubung dengan Bpk Amiruwloh dan bpk Zainul dari KBRI Bagdad, namun sayangnya setelah saya menceritakan semua yang telah terjadi, KBRI mengatakan bahwa saya tidak bisa pulang sebelum finish kontrak dua tahun, jika saya tetap ingin pulang saya harus menyediakan uang ganti rugi untuk Agency dan saya harus menanggung biyaya tiket dan biyaya proses sendri,” lanjut Dewi.

“Orang KBRI bilang bawa keberangkatan saya dari Indonesia itu ilegal, akan tetapi setelah saya sampai di sini dilegalkan, itu perkataan dari pihak KBRI Bagdad. Sebenarnya saya tidak faham akan hal itu, saya hanya mengadukan tentang penderitaan saya di sini dan saya mohon perlindungan dan pertolongan kepada KBRI sebagai pelindung dari pekerja migran Indonesia. Jika tanggapannya seperti itu lantaskepada siapa saya harus minta tolong, pada sisa saya harus berlindung,” keluh Dewi.

“Saya mohon kepada pemerintah Indonesia, tolong bantu saya agar bisa lepas dari penderitaan ini, dan bisa kembali ke indonesia, saya sudah tidak sanggup saya sudah tidak kuat tolong saya,” pungkas Dewi Rosita yang saat itu masih bisa dihubungi sebelum 14 Oktober 2021.

Reporter : Team deFakto

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Santunan Anak Yatim, Warnai Deklarasi LBH Pendekar Cabang Depok
Next post Badru Kembali Siap Maju Dalam Pemilihan Ketua Karang Taruna Desa Babakanjaya
Close