Read Time:1 Minute, 2 Second

CIBINONG –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bertekad untuk mewujudkan Kabupaten Bogor bebas stunting dengan berbagai cara, salah satunya mampu menghindari persoalan yang dapat mempengaruhi anak lahir stunting. Hal ini ditegaskan Plt. Bupati Bogor, Iwan Setiawan, di Cibinong, Selasa (20/5).

Iwan Setiawan mengungkapkan, dalam rangka percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bogor, dilakukan berbagai strategi konvergensi, baik intervensi gizi spesifik, maupun intervensi gizi sensitif, yang melibatkan berbagai stakeholder, dengan berbagai sumber pendanaan.

“Kami bertekad menjadikan Kabupaten Bogor bebas stunting. Intervensi gizi spesifik dan sensitif terus diupayakan dalam mendukung Bogor Bebas Stunting (Gobest), dengan Kabupaten Bogor bebas stunting, Jawa Barat pasti juara,” ungkap Iwan.

Iwan menerangkan, angka stunting di Kabupaten Bogor mengalami penurunan sekitar 850 ribu balita atau secara persentase, dari tahun 2019 sebanyak 32,9% menjadi 12,69% pada tahun 2021.

“Keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam inovasi pendanaan pembangunan melalui Bantuan Keuangan Kompetitif yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat diharapkan dapat menjadi peluang terwujudnya percepatan Bogor Bebas Stunting (GOBEST), melalui 3 (tiga) kegiatan utama,” terang Iwan.

Iwan menyebutkan, 3 kegiatan utama yang diusulkan yakni Pemeriksaan Anemia Pada Remaja Putri dan Ibu Hamil serta Pengadaan Alat Ukur Antropometri Kit, Pemberdayaan Masyarakat Miskin Berbasis Komunitas Menuju Mandiri, serta Pengembangan SPAM Regional Antar Desa dan Pembangunan Tangki Septik Individual.
(Red)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post NPCI Dukung Atlet Paralympic Raih Juara Umum pada Paperda VI Jabar 
Next post Target Juara, Pemkab Bogor Mantapkan Persiapan MTQ Ke-37 Tingkat Jabar 2022
Close