Read Time:1 Minute, 28 Second

Cijeruk ||
Pemerintah Desa (Pemdes) Palasari dibantu pihak Kecamatan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di kampung Palasari Desa Palasari setelah mendapatkan pemberitaan dari pihak media, Jumat (20/05/2022).

Pihak Kecamatan melalui pesan singkat WatsApp meminta Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan pihak Desa Palasari beserta RT/RW setempat untuk segera mengurus masalah izin persetujuan warga dan pemilik pemotongan ayam tersebut bersedia untuk segera mengurus izinnya.

Sementara saat dimintai keterangan kepada Yadi, Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Lingkungan Hidup Bogor (LPLHB) mengatakan pihak pengusaha atau pengelola yang menimbulkan pencemaran alam atau lingkungan itu tidak dibenarkan, “Apa lagi peternakan atau pemotongan hewan, terlebih dahulu harus mengurus izinnya dari tingkat Desa, Kecamatan hingga Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor. Kan ada langkah kajian nantinya,” ujarnya.

“Pihak desa dan pihak kecamatan serta pemerintah terkait harus melakukan langkah tegas terhadap pemilik atau pengusaha yang ada pencemaran limbah apapun bentuknya. Sebelum mendapat izin tertulis, pengusaha tidak dibenarkan untuk membuka kembali usahanya karena sangat bertentangan dengan aturan lingkungan hidup yang menyangkut kepentingan masyarakat banyak,” jelasnya.

Dikatakan Yadi, barang siapa yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan /atau perusakan lingkungan hidup, diancam dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Dikatakannya, menurut pasal 1 angka 14 Undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH) adalah masuk atau dimasukkan mahluk hidup, zat, energi dan /atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan.

Pihaknya juga akan melakukan kontrol langsung kelapangan untuk melihat apakah usaha ini masih terus berlanjut sebelum memiliki izin, “Apabila ditemukan pengusaha pemotongan ayam yang masih membandel pihaknya mendorong pengambilan sanksi tegas oleh para pihak terkait.
(Red)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor, Pemkab Akan Tindaklanjuti Rekomendasi dan Catatan Strategis LKPJ 2021 
Next post Warga Cibalung Keluhkan Jalan Rusak Sering Timbulkan Korban
Close