Read Time:2 Minute, 9 Second

Sukabumi –
Penganiayaan dialami Wartawan sebuah media online di Pelabuhanratu, Ilham Nugraha oleh orang tidak dikenal (OTK) saat menjalankan tugas kewartawanannya, Senin (13/6/2022).

Terkait dengan kejadian tersebut, Ketua DPC Persatuan Wartawan Reformasi Indonesia (PWRI) Kabupaten Sukabumi, Lutfi Yahya angkat bicara, “Terkait dengan adanya penganiayaan oleh OTK kepada saudara kita, bung Ilham dari jurnal Sukabumi news, Saya atas nama ketua PWRI Kabupaten Sukabumi mengecam keras dan meminta kepada Aparat Penegak Hukum (SPH) untuk secepatnya mengambil langkah penyelidikan dan penyidikan, serta menindak tegas para pelaku sesuai dengan Undang- undang yang berlaku,” ungkapnya.

“Saya sangat menyayangkan atas kejadian tersebut, pewarta adalah pekerja sosial dimana mereka bekerja dengan suka rela siang dan malam, hanya dengan satu tujuan untuk menggali informasi, dalam bentuk konfirmasi agar bisa menjadi sebuah pemberitaan yang baik ketika disajikan kepada publik,” pungkasnya.

Berdasar informasi yang dihimpun, Ilham bersama rekan Wartawan lainnya saat itu sedang menghimpun informasi penanganan korban kecelakaan pesepeda motor jatuh ke Sungai Cimandiri Pelabuhanratu.

“Saya sedang ngambil gambar tiba-tiba ada orang yang melakukan provokasi. Dia bilang enggak boleh ambil gambar, sambil menyeret saya keluar,” kata Ilham.

Tak hanya itu, Ilham juga diminta untuk mengahapus foto dan video di ponselnya. Hingga Ilham berada di halaman luar gedung rumah sakit, belasan orang terprovokasi memukuli ilham membabi buta, “Ada belasan orang yang mukulin saya. Itu kan posisinya lagi rame juga, banyak orang di depan rumah sakit,” tutur Ilham.

Atas kejadian ini Ilham bersama sejumlah rekan media melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian Restart Sukabumi diterima di Polres Sukabumi dengan nomor STBL/602/VI/2022/SPKT/Polres Sukabumi/Polda Jawa Barat.

Terpisah, Pemimpin Redaksi Jurnalsukabumi.com, Ujang Herlan, menyayangkan atas terjadinya peristiwa ini, “Saya mengecam keras berbagai bentuk kekerasan terhadap wartawan. Sakitnya lagi, ilham merupakan reporter kami yang bertugas di Palabuhanratu,” kata Ujang.

Ujang bersama unsur pimpinan jurnalsukabumi.com mendatangi Mapolres Sukabumi guna memastikan polisi menangani kasus ini secara profesional, “Kami datang didampingi rekan-rekan jurnalis lainnya. Termasuk dari IJTI dan PWI,” tutur Ujang.

Ia menekankan jurnalis adalah profesi yang dilindungi undang-undang. Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang pers, juga tertuang aturan mengenai sanksi bagi siapa saja yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan pekerjaan wartawan.

Diketahui, ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang pers tersebut ancamannya  dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.

Seperti diketahui, kecelakaan terjadi di lokasi proyek perbaikan Jembatan Bagbagan. Sebanyak tiga orang, satu diantaranya anak-anak, jatuh ke Sungai Cimandiri yang berada di bawah jembatan.

Reporter: Hilman

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Melalui Konsultasi Publik, Pemkab Bogor Serius Bahas Revisi RTRW
Next post Peluncuran Tahapan Pemilu 2024, Puan: Bukti Tidak Ada Penundaan
Close