Read Time:1 Minute, 34 Second


DefaktoSukabumi – Ormas Gerakan Reformasi Islam Sukabumi Raya (Garis) bersama Yayasan Sapujagat mendesak pihak Manajemen PT Wan Shi Da untuk menggelar audiensi terkait dugaan ingkar janji perusahaan atas komitment berupa kompensasi yang dijanjikan akan diberikan kepada masyarakat sejak tahun 2015 yang sudah mencapai 8 tahun lalu.

“Karena sebelumnya kami telah mendapatkan keterangan bahwa CSR telah diberikan kepada masyarakat melalui Kepala desa, yang seharusnya diketahui oleh Asep Kamho sebagai Ketua Garis DPC Jampangtengah, maka kamipun mengadakan Audensi dengan Kepala Desa untuk mengklarifikasi keterangan dari pihak PT WAN SHI DA tersebut,” ungkap Ust Ade Saepuloh ditemui saat berlangsung aksi demo di depan kantor PT Wan Shi Da, Rabu (18/1/2023).

Dikatakan ust Ade, Kepala Desa memberikan keterangan kepada Ormas Garis Sukabumi Raya dan Yayasan Sapujagat Cabang Cisero, bahwa uang atau bantuan yang diberikan oleh PT Wan Shi Da kepada Pemerintah Desa itu bukan dari program CSR melainkan tunjangan hari raya.

“Dari keterangan Kades dan Humas PT yang simpang siur, maka kami meminta kepada pihak Perusahaan PT Wan Shi Da agar pada 1 Februari 2023 nanti bisa bertemu langsung dengan pemimpin perusahaan PT Wan Shi Da agar permasalahan ini dapat segera selesai,” pungkas Ust Ade.

Sementara itu, Kapolsek Jampang Tengah, AKP Usep Nurdin menyatakan, Polsek dibantu oleh Team gabungan dari TNI POLRI serta Satpol PP, giat turun ke lokasi untuk mengamankan berjalannya aksi damai dari Ormas Garis dan Yayasan Sapujagat yang mengadakan aksi dan mediasi dengan perusahaan PT Wan Shi Da Indonesia untuk mempertanyakan terkait kerjasama antara Organisasi Masa Garis dengan Pimpinan Perusahaan PT Wan Shi Da pada tahun 2015 lalu.

“Hasil mediasi ini belum menemukan titik temu, alasannya karena yang hadir dalam mediasi bukan Pimpinan dari perusahaan melainkan wakil dari pihak Perusahaan, sehingga dari pihak Ormas Garis dan Sapujagat ingin bertemu langsung dengan Pimpimnan Perusahaan yang menandatangani surat perjanjian tersebut, maka dari itu pertemuan akan dilakukan kembali pada 1 Februari 2023 mendatang,” pungkasnya.
[ Dadan Hamdani ]

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Ormas Garis dan Sapujagat Cabang Cisero, Geruduk PT Wan Shi Da, Bela Hak Masyarakat
Next post Dosen UBSI Gelar Pengabdian Masyarakat bagi Remaja Majelis Ta’lim Hidayatul Mubtadiin
Close