Read Time:4 Minute, 49 Second

Opini ||
Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki 17.504 pulau yang termasuk ke dalam wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, menurut Deputi Kedaulatan Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, di mana 16.056 pulau telah dibakukan namanya di PBB hingga Juli 2017 buah  dengan wilayah laut mencapai luas laut 3.544.744 km2,  dan memiliki garis pantai  terpanjang kedua  di dunia sepanjang 99.083 km, terletak  secara geografis yang sangat strategis  di antara  2 benua  (Asia dan  Australia) dan 2 samudera (Hindia dan Pasifik), serta memliki kekayaan sumber daya alam yang besar.

Luasnya wilayah laut yurisdiksi nasional berbanding terbalik dengan jumlah unsur-unsur  TNI AL yang dimiliki keterbatasan jumlah personil dan Alutsista  merupakan salah   satu  faktor  menghambat, dimana TNI AL belum  dapat melaksanakan tugasnya secara optimal dalam menjaga kedaulatan wilayah dari pelanggaran dan ancaman yang ada.

Pelanggaran dan ancaman di laut dikategorikan ke dalam empat bagian; pertama keamanan terhadap lingkungan laut; kedua terkait tata kelola laut; ketiga perbatasan laut terkait kedaulatan wilayah suatu negara dan keempat terkait pengaturan keamanan dalam transportasi laut.

Tantangan keamanan maritim Indonesia sampai hari ini terus berkembang, dari mulai aktivitas illegal fishing oleh nelayan negara tetangga, penyelundupan narkoba, penyelundupan barang, perdagangan manusia serta perdagangan satwa liar illegal yang menggunakan jalur laut.

Belum lagi alur laut kepulauan Indonesia yang digunakan oleh banyak kapal asing, baik kapal dagang, maupun kapal perang negara lain. Hal ini menambah kompleksitas persoalan keamanan maritim di Indonesia.

Dalam menjaga dan pengamanan di laut dibutuhkan  adanya dukungan dan partisipasi dari kekuatan maritim  nasional  lainnya, dimana keterlibatan unsur-unsur  pendukung dalam bentuk dukungan secara  langsung maupun  salah satunya  dari  masyarakat nelayan.

Nelayan dapat dijadikan kekuatan penangkal di laut merupakan bagian dari sistem pertahanan negara  bersifat semesta  yang  melibatkan seluruh sumber daya nasional yang harus   dipersiapkan secara  dini  oleh pemerintah dan diselenggarakan secara  total,  terpadu,  terarah, dan berlanjut untuk menegakkan kedaulatan  negara   dan menjaga keutuhan wilayah,  dan keselamatan segenap  bangsa dari segala bentuk  ancaman.

Berdasarkan Undang Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, dinyatakan selama ini TNI AL memiliki peran penting untuk melaksanakan fungsi pembinaan terhadap pembinaan potensi maritim yang termasuk didalam pembinaan terhadap desa pesisir (masyarakat maritim) dan nelayan.

Jumlah nelayan saat ini menurut KKP  mencatat pada 2019 jumlah nelayan Indonesia 2,39 juta, mencakup nelayan laut, nelayan perairan umum darat, dan pembudidaya sebagai sebagai bagian kearifan lokal aspek laut dan sekaligus sebagai komponen pendukung bela negara.

Keterbatasan  armada dan kekuatan TNI  serta anggaran untuk  dukungan   perawatan dan logistik guna mengamankan perairan dan laut yang luas, maka perlu  adanya dukungan  dari  nelayan  untuk digunakan   sebagai  kekuatan pengganda.

Dengan  medan juang dan pengabdian yang relatif sama antara  nelayan dan TNI AL, maka profesi nelayan yang telah dibina dan diperdayakan  dapat  menjadi bagian dari komponen pendukung  bagi TNI AL.

Pembinaan nelayan pada  aspek  kesejahteraan nelayan,  dapat  diusulkan program pemberdayaan  nelayan kepada  Kementrian  Kelautan  dan Perikanan, yang jadi core program dengan  prioritas persoalan nelayan yang harus dikerjakan yaitu pertama bagaimana jumlah tangkapan· menjadi  bernilai ekspor,  kedua   teknologinya yang amat minim  ditingkatkan,  ketiga areal tangkapan yang  terbatas  diperluas  dengan dukungan relokasi. Setelah itu baru  pada  hal-hal  yang  berkaitan· dengan lintas sektoral.

Sedangkan pemberdayaan nelayan yang memiliki dimensi bela negara, atau kegiatan bela negara dalam bentuk program pemberdayaan masyarakat, secara internal dapat meningkatkan kualtias sumberdaya manusia masyarakat pesisir dan nelayan sehingga secara umum ketahanan social masyarakatnya juga akan menguat.

Kuatnya ketahanan masyarakat akan mengurangi munculnya potensi kejahatan dari dalam struktur serta memudahkan negara jika suatu saat harus melakukan mobilisasi umum atas ancaman yang sifantya nyata dan konkrit.

Pemberdayaan  nelayan  selain   untuk meningkatkan kesejahteraan dan  mengentaskan dari garis kemiskinan, namun juga menanamkan  dan  meningkatkan   kesadaran   bela  negara.  Kesadaran bela  negara   dalam  bentuk   menjaga  dan mengamankan keutuhan wilayah yurisdiksi perairan  nasional  dari ancaman dan  pelanggar hukum  di laut.  

Kesadaran bela negara nelayan cukup  baik, hal ini berkorelasi upaya-upaya yang  dilakukan oleh aparat,  khususnya TNI AL dalam  pembinaan potensi nasional menjadi kekuatan Hankamneg di bidang maritime.

Perlu   ditingkatkan agar kesadaran bela negara meningkat menjadi potensi yang  dapat   dikembangkan sebagai bagian  kekuatan dalam   komponen  cadangan  antara  lain  sebagai  pengumpul data intelijen,  pendukung angkutan barang terbatas, pendukung tugas pencarian  dan penyelamatan di laut  dan  sebagainya.

Agar pemberdayaan nelayan terlatih  atas hasil binaan K/L, TNI AL(Lantamal/Lanal) dan instansi terkait, lebih optimal maka perlu dilengkapi sarana komunikasi seperti GPS, radio komunikasi, dan handphone satelit sebagai kepanjangan mata dan telinga aspek pertahanan dan keamanan di laut perlu diperdayakan dan disatukan menjadi satuan armada nelayan (Satarmanel), sebagai komponen pendukung bagian kekuatan pertahanan negara aspek laut guna mendukung tugas-tugas pengamanan perbatasan wilayah laut Indonesia, namun juga semua tindak pidana dan pelanggaran yang terjadi di perairan perbatasan selanjutnya diteruskan melaporkan ke komando atas pangkalan TNI AL atau pangkalan stakeholder kemaritiman lainnya.

Dalam memperdayakan nelayan dalam ikut serta menjaga dan menumbuhkan belanegara maka perlu mendorong pemerintah untuk pemberdayaan nelayan dengan memberikan berbagai fasilitas yang dapat mendukung dan memperkuat keamanan di laut serta menjadikan nelayan yang memenuhi syarat  sebagai anggota komponen cadangan/pendukung dalam rangka mendukung dan memperkuat penjagaan kedaulatan wilayah laut.

(***)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Ali Ansor, Ketua RW Termuda di Kabupaten Bandung
Next post Kasus Suap Melibatkan Bupati Bogor, ini 8 Tersangkanya
Close