Read Time:2 Minute, 57 Second

BANDUNG BARAT ||
Minimnya kajian dan literasi akan seni budaya Sunda peninggalan leluhur, dan minimnya perhatian Pemerintah setempat akan kemajuan seni budaya lokal, membuat budaya Sunda seperti seni beladiri di sebuah Padepokan beralamat di Kp Warung Pulus Desa Batujajar, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, terkesan terlupakan dan nyaris punah oleh dahsyatnya arus digital jaman modern.

Milangkala (ulang tahun-Red) Padepokan Wargi Mekar Sancang ke-46 seolah mengajak Perhatian Pemerintah Daerah untuk bekerja nyata, lebih serius dan terus menerus melakukan pembinaan dan dukungan guna kemajuan atau sejeleknya adalah guna mempertahankan keberadaan seni budaya lokal yang hampir punah karena tidak tersentuh Pemerintah.

“Generasi muda sebagai penerus lakon budaya jelas memerlukan perhatian, bimbingan dan binaan yang serius dan terus menerus dari Pemerintah, Seniman dan budayawan guna menanamkan kecintaan mereka pada seni budaya peninggalan leluhur. Kami ini sudah sangat lelah dan tanpa dukungan pemerintah rasanya tidak akan bertahan lebih lama lagi,” ungkap Atih Supriatna selaku Pini Sepuh Pengurus Padepokan Pencak Silat Mekar Sancang, ditemui di lokasi, Minggu (20/03/2022).

Dikatakannya, milangkala Padepokan Wargi Mekar Sancang ke-46 merupakan implementasi guna merangsang perhatian pemerintah dan kecintaan generasi muda akan seni budaya peninggalan sejarah agar mereka lebih mengenal dan memahami hingga pada saatnya mereka mencintai adat istiadat sebagai jati dirinya mereka sebagai warisan yang harus dipelihara dan tidak boleh dilupakan.

“Selaku pimpinan sekaligus penerus orang tua pendiri padepokan sejak 46 tahun lalu, selama ini kami hanya bisa bertahan dengan tujuan agar tetap terpelihara jangan sampai punah. Melalui kesempatan ini kami mengajak pemerintah untuk bekerjasama agar seni budaya dapat lebih maju dan berkembang di masa yang akan datang,” ungkap pria yang biasa disapa Abah Atih ini.

“Selama ini kami terus berusaha untuk mempertahankan keberadaan padepokan dan berusaha membesarkannya, karena kami masih berpendapat bahwa sebagai ilmu bela diri, pencak silat ini sangat penting untuk membela diri dari bahaya tindak kekerasan dan kejahatan yang setiap saat dapat dilakukan oleh orang tidak bertanggung jawab. Ini merupakan bentuk nyata membantu menciptakan Kamtibmas yang juga bentuk nyata membantu pemerintah,” ungkap Bah Atih.

Kang Yayan (Tengah), Ketua Padepokan dan Penanggung jawab Milangkala ke-46 Padepokan Wargi Mekar Sancang.

Senada dengan Bah Atih, Kang Yayan sebagai Ketua Padepokan dan Penanggung jawab acara milangkala yang juga generasi penerus putra dari Bah Atin mengatakan : “Yang paling penting, dengan belajar beladiri, maka waktu luang anak tersalurkan kepada hal yang positif, dan dengan memiliki ilmu bela diri, anak-anak akan lebih percaya diri. Harus kita akui bahwa percaya diri merupakan modal awal untuk mengukir prestasi guna mencapai cita-cita dan harapan sesuai dengan bidang keahlian yang mereka digeluti. Mereka tidak akan minder dan tidak akan mudah menyerah dalam menggapai cita-citanya menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa,” ungkap Kang Yayan.

“Untuk inilah, kepada para orang tua agar mengarahkan dan mendukung anaknya untuk berlatih bela diri agar menjadi anak yang ‘perkasa’ menghadapi masa depan demi meraih cita-cita. Dan kepada Pemerintah, kami berharap agar turut memprogramkan atau setidaknya turut memikirkan bagaimana mengurus dan menata seni budaya khususnya bela diri agar tertanam kecintaan generasi muda terhadap seni budaya termasuk pencak silat. Misalnya dengan mengadakan kajian seni budaya sunda yang dimotori oleh Dinas Pariwisata dengan melibatkan praktisi dan generasi muda selaku calon penerus,” pungkasnya penuh harap.

Milangkala Padepokan Wargi Mekar Sancang diikuti oleh sekitar 200 orang pesilat muda termasuk pengurus Padepokan dan para tamu undangan, digelar di halaman kediaman Kang Yayan.

Acara dimeriahkan dengan penampilan berbagai seni budaya binaan Kang Yayan dimulai dari tarian lengseran budaya menyambut tamu istimewa, seni tarik suara, dan tentu saja menampilkan atraksi seni bela diri khas Padepokan Wargi Mekar Sancang.

Reporter : TBW/Hera
Editor : DidiS

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Ade Yasin: Taman Pancakarsa Dapat Digunakan Untuk Beolahraga Sekaligus Berwisata Bersama Keluarga 
Next post Sampaikan LKPJ Tahun 2021, Bupati Bogor Lakukan Rapat Paripurna DPRD 
Close