Read Time:2 Minute, 0 Second


CIBINONG –
Bupati Bogor, Ade Yasin mengungkapkan, nilai Indeks Desa Membangun (IDM) Kabupaten Bogor saat ini 0,7681 poin dari target di akhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2023 yakni 0,7524 poin.

“Kita sudah melebihi target, namun kita akan terus berupaya untuk meningkatkan nilai IDM ke status tertinggi yakni status mandiri. Nilai IDM Kabupaten Bogor saat ini melampaui target akhir RPJMD di tahun 2023,” kata Ade Yasin saat menghadiri Rapat Koordinasi Tim Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Bogor, di Auditorium Sekretariat Daerah, Cibinong, Jumat (22/4/2022).
 
Ade Yasin juga mengatakan, ada 93 desa mandiri, 229 desa maju, 94 desa berkembang. Dan kini sudah nihil desa tertinggal, dari sebelumnya ada 45 desa tertinggal.

Berkat kerja keras, lanjut Ade Yasin, pihaknya dapat selesaikan ketertinggalan tersebut dalam waktu dua tahun.

Bupati berharap, tidak ada yang turun lagi statusnya jadi desa tertinggal.
 
“Berbagai upaya dilakukan untuk mendorong desa membangun karena Kabupaten Bogor sebagian besar wilayah perdesaan, kemajuan pembangunan akan dilihat dari sejauh mana desa-desa mampu berkembang dan maju menjadi desa mandiri,” ucap Ade.
 
Ade menjelaskan, program Samisade telah dilaksanakan dari tahun 2021 dengan anggaran Rp. 372 miliar untuk 413 desa. Tahun 2022 telah dianggarkan Rp. 395 miliar untuk 415 desa.
Sementara tahun 2023, direncanakan anggaran sebesar Rp. 416 miliar untuk 416 desa. Sehingga jika di total, anggaran untuk program Samisade selama 3 tahun adalah sebesar Rp 1,18 triliun rupiah.
 
“Saya berterima kasih sebesar-besarnya kepada 174 orang tenaga pendamping profesional yang bertugas di Kabupaten Bogor. Baik tenaga ahli pemberdayaan masyarakat, pendamping desa dan pendamping lokal desa yang telah turun berkontribusi dalam memberdayakan dan mendorong desa membangun di Kabupaten Bogor,” ungkap Ade.
 
Lebih lanjut Ade menerangkan, Pemerintah Kabupaten Bogor bermaksud meningkatkan kerjasama, sinergi dan kolaborasi dengan para tenaga ahli pendamping desa yang profesional.

Ia berharap, para pendamping untuk lebih terlibat dan lebih banyak berperan dalam fasilitasi, edukasi, mediasi dan advokasi terhadap pemerintah desa dan masyarakat, guna meningkatkan kapasitas, efektivitas dan akuntabilitas pemerintah desa dan membantu kelancaran program desa membangun seperti Samisade, rutilahu, stunting, upaya penanggulangan kemiskinan, dan sebagainya.
 
Koordinator TPP Kabupaten Bogor, Dadang Syarif Mutoan memaparkan, tujuan diselenggarakannya Rapat Koordinasi untuk memperkuat langkah para pelaksana di lapangan dalam memberdayakan masyarakat dan mendorong desa membangun di Kabupaten Bogor.

“Diantaranya peningkatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat, pengembangan ekonomi lokal melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), kemudian penanganan potensi masalah secara berjenjang, dan lain sebagainya,” ujar Dadang.
(Red)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Target Juara Umum di Peparda VI Jabar 2022, Ade Yasin Suntik Dana Hibah Rp 18 Miliar ke NPCI Kabupaten Bogor
Next post Wabup Serahkan Bantuan Saat Tarling Perdana di Desa Tugu Selatan
Close