Read Time:2 Minute, 14 Second

CIAWI –
Sebanyak 1.324 orang guru honorer kini resmi berstatus Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan segera akan menjalankan program lima warga satu guru yang digagas Pemkab Bogor. 

“Rata-rata lama sekolah (RLS) warga di Kabupaten Bogor masih kurang, oleh karena itu melalui program pendampingan oleh para guru, dapat meningkatkan pendidikan di Kabupaten Bogor,” ujar Bupati Bogor, Ade Yasin usai melantik 1.324 orang guru honorer di IPC Residence & Convention, Ciawi, Kabupaten Bogor, Rabu (20/4/2022). 

Sebelumnya Pemkab Bogor telah mengangkat 2.439 guru honorer yang terdiri dari 2 guru TK, 2.317 guru SD dan 120 guru SMP menjadi PPPK pada periode 2019 hingga 2021. 

“Tahun 2022 ini, sebanyak 1.324 orang dinyatakan lulus P3K, yakni 1.281 guru SD dan 43 guru SMP. Sisanya menyusul,” kata Bupati Bogor. 

Pengangkatan P3K merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Bogor untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik. 

”Pengangkatan guru honorer menjadi P3K merupakan wujud komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus bukti keberpihakan dan kepedulian pemerintah Kabupaten Bogor terhadap guru honorer yang telah mengabdi, mencurahkan tenaga dan pikirannya demi pembangunan pendidikan di Kabupaten Bogor,” ujar Ade Yasin. 

Ade Yasin menyebut jumlah anggaran yang digelontorkan untuk P3K Kabupaten Bogor tahun 2022 sebesar Rp96 miliar. 

“Itu hanya untuk gaji mereka, untuk anggaran lainnya ada anggaran lain sehingga total anggaran yang kami support mencapai Rp100 miliar lebih,” tandasnya. 

Wakil Ketua Umum APKASI tersebut mengungkapkan, salah satu tantangan sektor pendidikan di Kabupaten Bogor ialah meningkatkan capaian Rata-rata Lama Sekolah (RLS). Tahun 2021, pencapaian RLS rata-rata Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat sebesar 8,55 tahun, sementara RLS Kabupaten Bogor berada di angka 8,31 tahun atau setara dengan kelas 2 SMP. 

Saat ini, kata Ade Yasin, Kabupaten Bogor berada di tahun keempat RPJMD 2018-2023, debgan target RLS akhir periode RPJMD ialah di angka 8,61, maka diperlukan akselerasi untuk meningkatkan angka RLS. 

“Kita terus berupaya meningkatkan angka RLS dengan beberapa strategi, diantaranya optimalisasi peran lembaga Pendidikan dan organisasi profesi pendidik melalui program Mawar Sagu (Lima Warga Satu Guru),” kata Ade Yasin. 

Ade Yasin berharap melalui program ini mampu meningkatkan angka RLS secara signifikan. 

“Setiap satu orang guru menjadi tutor atau pendamping untuk 5 orang warga dalam belajar. Kemudian ditindaklanjuti dengan program kejar paket kesetaraan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), dengan begitu diharapkan angka RLS Kabupaten Bogor akan meningkat secara signifikan,” pungkas Ketua DPW PPP Jawa Barat tersebut.

Pelantikan 1.324 guru honorer sekaligus launching Program Mawar Sagu (Lima Warga Satu Guru) tersebut disambut antusias ribuan guru honorer. Mereka sangat mengapresiasi kebijakannya Bupati Bogor yang telah menjawab mimpi-mimpi mereka sekaligus memberikan kesejahteraan.
(Red)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Rotary Club Jakarta Menteng, Indahnya Berbagi di Bulan Ramdhan
Next post Ade Yasin Larang ASN Pemkab Bogor Mudik Pake Mobil Dinas
Close