Read Time:1 Minute, 12 Second

Aliansi Buruh Cianjur Menggugat (ABCM) melakukan aksi damai turun ke jalan menuntut kenaikan upah minimum Kabupaten atau UMK kepada Bupati Cianjur, Haji Herman suherman di Pendopo Kabupaten Cianjur Jawa Barat, Selasa (23/11/2021).

Ribuan buruh tergabung dalam ABCM terdiri dari Serikat Buruh Seluruh Indonesia, TSK, SPSI, PPA, PPMI dan PSPMI, mengadakan aksi turun ke jalan mengakibatkan Jalan Alternatif Cianjur macet total.

aksi damai para buruh dan karyawan yang dilaksanakan sejak tanggal 23 hingga 25 November 2021 tersebut, menolak Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36, Undang-undang Cipta Kerja nomor 11 Tahun 2020 yang menurutnya diduga berlaku tidak sesuai dengan prosedur hukum.

Aksi ABCM juga menuntut Bupati Cianjur Haji Herman Suherman agar secepatnya mengeluarkan rekomendasi kenaikan Upah Minimum Kabupaten atau UMK tahun 2022 sebesar 10% dari 2.690.000 rupiah sebelumnya.

Ridwan menjelaskan, bahwa aliansi karyawan buruh mengadakan aksi turun ke jalan tak lain adalah untuk menolak penggunaan formula sesuai anjuran PP Nomor 36 yang sama sekali tidak berpihak kepada buruh, karena Undang-undang Cipta Kerja tersebut diduga berlaku tidak sesuai dengan prosedur hukum karena belum inkrah dan masih tahap uji formil maupun uji materi di Mahkamah Konsitusi.

Oleh sebab itu, masih menurut Ridwan dari aspirasi buruh mengatakan PP nomor 36 tidak bisa dijadikan dasar perhitungan upah untuk tahun 2022.

ABCM sepakat membubarkan diri, setelah perwakilan pendemo diterima Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Cianjur dan mendapatkan janji akan memperjuangkan kenaikan upah minimum Kabupaten UMK Cianjur.

Reporter : Muhamad Subairi

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Tasyakuran Hari Guru Nasional dan HUT ke-76, PGRI Tajurhalang Gelar Puluhan Nasi Tumpeng
Next post Warga Sukagalih Terkena Material Longsor Saat Perbaiki Saluran Irigasi
Close