Read Time:2 Minute, 6 Second

CIBINONG – Sebagai upaya pencegahan stunting dan mendorong terwujudnya  Kabupaten Bogor bebas stunting, Istri Ikatan Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Kabupaten Bogor lakukan roadshow Bulan Bakti Pencegahan Stunting  ke sejumlah kecamatan di Kabupaten Bogor, dengan menyasar masyarakat usia remaja, usia produktif dan kaum ibu. 

Hal itu diungkapkan Ketua IIDI Cabang Kabupaten Irma Suryani Rudiansyah, secara langsung di Radio Teman 95,3 FM, Jumat (1/7/22). 

Ada lima sub tema besar yang akan dilakukan di Bulan Bakti Pencegahan Stunting IIDI Cabang Kabupaten Bogor tahun ini yakni, pertama ayo remaja sadar kesehatan reproduksi, kedua calon pengantin pastikan download aplikasi Elsilmil, ketiga ibu hamil memeriksakan kehamilan minimal 6 kali selama kehamilan. Lalu keempat Ibu menyusui secara ekslusif dan kelima pantau tumbuh kembang balita. 

“Lima sub tema ini adalah lingkaran kehidupan yang saling berkaitan dalam upaya pencegahan stunting, karena stunting itu pencegahannya tidak hanya dipersiapkan saat masa kehamilan saja, tapi harus dipersiapkan sejak masih remaja. Itulah pentingnya remaja sadar kesehatan reproduksi, untuk kita bekali terutama remaja putri tentang itu, sehingga pada usia reproduksinya organ reproduksinya berkembang dengan baik,” ungkap Irma. 

Perlu diketahui bahwa kegiatan bulan bakti pencegahan stunting ini akan dilaksanakan selama lima minggu di bulan Juli 2022 ini. Minggu pertama akan dilaksanakan di Kecamatan Leuwiliang pada 5 Juli dengan target sasaran masyarakat umum dan kader Posyandu. Minggu kedua akan dilaksanakan pada Rabu, 13 Juli 2022 di Posyandu Jampang Kecamatan Parung dengan sasaran kader dan peserta Posyandu. Minggu ketiga akan dilaksanakan pada Kamis, 14 Juli 2022 di Posyandu Anggrek Kecamatan Cibinong dengan target pelajar SMP dan guru. Kemudian Minggu keempat akan dilaksanakan pada 21 Juli 2022 di KUA Ciawi dengan target sasaran calon pengantin, dan Minggu kelima pada 27 Juli akan dilaksanakan di Pesantren Daru Irfan Kecamatan Ciseeng dengan target sasaran yakni guru dan santri pondok pesantren tersebut sebagai upaya langkah awal pencegahan stunting. 

“Tujuan bulan bakti ini dilakukan untuk menyosialisasikan bagaimana pencegahan stunting kepada masyarakat, sehingga pencegahan stunting ini bisa tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” terangnya. 

Ditempat yang sama, Wakil Ketua IIDI Kabupaten Bogor, Melina Fitri Andria Jonas menambahkan, untuk melahirkan generasi bebas stunting di kemudian hari, para remaja perempuan harus memiliki gizi yang baik terlebih dahulu, sehingga pada saat mengandung tidak kekurangan gizi. Selain hal tersebut, untuk mencegah tingginya infeksi, ciptakan akses sanitasi dan air bersih.  

“Apabila stunting berhasil dicegah, diharapkan bonus demografi akan berjalan dengan lancar dan menghasilkan SDM yang sehat, cerdas dan berkarakter. Generasi penerus yang berkualitas ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang merata dan memutus rantai kemiskinan,” tandasnya. (Red)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Diduga Serobot Tanah warga, Kepsek Madrasah Ibtidaiyah di Cidolog Sukabumi, Dipolisikan?
Next post RSI Aysha Diharapkan Berkolaborasi Beri Layanan Kesehatan Berkualitas
Close