Read Time:3 Minute, 10 Second


Bersinergi dengan Dinas Perlindungan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP3A) Kota Sukabumi, akhirnya team deFakto.id berhasil dalam membantu mengurus kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kampung Leuwiliang Desa Sukamanah Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur, Anne Trisnawati yang mengalami nasib buruk korban tindak pidana perdagangan orang yang dilakukan oleh oknum sponsor yang tidak bertanggung jawab.

Erbil adalah salah satu kota di Irak sebagai pintu masuk penempatan TKI ke Baghdad ibu kota Irak, salah satu negara di Timur Tengah yang saat ini sedang berkonflik.

PMI Anne diberangkatkan ke Negara Erbil oleh sponsor berinisial TI sejak 11-12-2020 untuk dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga (PRT) dengan iming-iming gaji 7 juta, bekerja hanya 8 jam, rumah majikan kecil, anggota keluarga majikan sedikit, dengan mendapat fasilitas lengkap dari majikan dan kantor agensi.

Sponsor TI semula menjanjikan korban bekerja di Dubai – Uni Emirat Arab dan bukan ke Erbil, akan tetapi faktanya, smua janji manis yang dilontarkan TI sama sekali tidak sesuai dengan apa yang menjadi komitmen awal sebelum keberangkatan.

Diantar oleh Ahmad seorang Dubes, Anne terbang dari Negara Erbil pada Jumat (22/4/2022) dengan menggunakan Qatar Airways noPes QR 451, transit di Bandara Doha, lalu terbang ke Soekarno Hatta (Soeta) menggunkan Qatar Airways noPes QR 954, dan tiba di Bandara Soeta pada Sabtu (23/4/2022).

”Alhamdulilah setelah sekian lama menunggu perjuangan team media defakto.id dan DP3A Kota Sukabumi, akhirnya saya bisa pulang dari Erbil Irak dan bisa berkumpul lagi dengan keluarga tercinta,” ungkap Ane mengenang perjalanannya, Sabtu (23/4/2022).

Ane mengakui, dirinya sempat putus asa, karena suaminya (M.Subairi-Red) dibantu oleh Team deFakto.id telah menempuh jalur hukum dan membuat pengaduan ke beberapa instansi namun hasilnya nihil, ”Saya stress karena trauma dan sempat putus asa, setelah hampir mendapatkan pelecehan dari majikan laki-laki dan pada waktu yang bersamaan saya mendapat kekerasan pisik dari majikan perempuan yang merasa cemburu, sehingga saya jatuh sakit dalam jangka waktu lama hingga sempat mengalami muntah darah. Tidak hanya itu, karena ketika mengadu kepada agency, saya malah mendapat kekerasan fisik dari pihak kantor Agency,” kenangnya.

”Setelah sekian lama saya menunggu proses kepulangan, dengan bantuan dan dorongan dari Media deFakto,id (bersinergy dengan DP3A Kota Sukabumi-Red), akhirnya saya terhubung dengan pak Aram, Petugas KBRI Cabang Erbil, dan Heru dari KBRI Bagdad, alhamdulilah keduanya memperlakukan saya dengan baik. Saya dibantu proses kepulangan tanpa mengeluarkan biyaya dan semua biyaya ditanggung oleh Pemerintah,” lanjut Anne.

Karena kondisi masih sakit, Anne pulang diantar langsung oleh Dubes, ”Karena kondisi saya yang masih sakit, saya pulang diantar oleh bapak Ahmad, info dari pak Aram, pak Ahmad adalah Asisten Dubes yang ditugaskan oleh pak Heru untuk mendampingi saya sampai ke Bandara Soekarno Hatta, dan di Bandara Soekarno Hatta, saya dijemput oleh suami saya dan team deFakto.id,” ungkap Anne.

”Atas nama pribadi dan keluarga besar mengucapkan terimakasih kepada team media deFakto,id, DP3A dan keluarga besar KBRI Bagdad terutama kepada pak Aram dan pak Heru yang telah memperlakukan saya dengan baik dan telah membantu saya sehingga saya bisa pulang ke indonesia dan dapat kembali berkumpul dengan keluarga tercinta,” pungkas Ane diamini suaminya.

Sementara Subairi selaku suami Anne tampak haru campur bahagia atas usahanya selama ini, ”Saya sangat senang karena istri saya telah pulang dengan selamat dan berada ditengah-tengah keluargsa setelah perjuangan yang memeras tenaga dan pikiran orang banyak”.

Subairi berpesan kepada para calon pekerja migran indonesia, agar tidak terbujuk dengan seribu rayuan dan janji manis sponsor dan Agency, karena setelah para pekerja migran diberangkatkan maka mereka akan lepas tangan terutama jika terjadi hal buruk yang menimpa PMI di negara penempatan. Waspada dan berhati-hatilah jangan sampai menjadi korban sponsor seperti dialami istri saya,” ujarnya.

Terahir dihubungi awak media ini pada Kamis (28/4/2022), Anne tengah menjalani masa pemulihan setelah mengalami perjalanan panjangnya sebagai pembantu rumah tangga di Erbil Irak.

Reporter : Tuti Rahmawati
Editor : Ki Asah

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Bupati Bogor Terjaring OTT KPK Terkait Dugaan Penerimaan Suap
Next post Katar Desa Pangauban Gelar Baksos Santunan Yatim
Close