Read Time:3 Minute, 33 Second

CIBINONG – Jelang Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kabupaten Bogor berkolaborasi dengan IPB University siap turun mengecek hewan qurban yang ada di Kabupaten Bogor, dan menjamin sapi yang beredar dan diperjualbelikan dalam kondisi kesehatan yang baik. Salah satunya dengan menerjunkan 100 mahasiswa surveillance untuk disebar di seluruh wilayah Kabupaten Bogor, yang bertugas memeriksa kesehatan hewan qurban sekaligus melakukan pengawasan pemotongan hewan qurban.

Guna memastikan bahwa hewan yang dijual dan potong merupakan hewan sehat yang terbebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Pelepasan 100 mahasiswa yang berasal dari IPB University secara simbolis dilakukan langsung oleh Plt. Bupati Bogor, Iwan Setiawan di Ruang Rapat Bupati Bogor, Jumat (8/7/22).

Pelaksanaan qurban tahun 2022 menghadapi tantangan dengan adanya wabah PMK. Wabah PMK telah terjadi di banyak daerah di Indonesia, menyebabkan ancaman bagi kesehatan ternak seperti kambing, domba, sapi dan hewan berkuku belah lainnya. Petugas, selain memeriksa hewan dan daging qurban, juga dapat membantu pencegahan penyebaran penyakit.

“Hari ini penjemputan para pemeriksa oleh camat, secara simbolis tadi ada beberapa camat yang sudah menjemput. Kita juga hari ini melepas secara simbolis tim gabungan pemeriksa PMK dari mahasiswa dan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor,” ungkap Plt. Bupati Bogor.

Untuk diketahui bahwa, Pemerintah Kabupaten Bogor telah membentuk tim pengamanan qurban dan daging qurban yang terdiri dari 76 petugas medis veteriner,  paramedik veteriner Dinas Perikanan Dan Peternakan, 81 pegawai Dinas Perikanan Dan Peternakan, 100 mahasiswa koasistensi sekolah kedokteran hewan dan biomedis, 14 orang bedah Provinsi Jawa Barat, dan 10 orang relawan.

“Kehadiran para pemeriksa hewan qurban dari IPB University ini memberikan jawaban dan harapan serta bisa memberikan jaminan kepada masyarakat, Negara hadir memberikan garansi bahwa daging aman dan boleh untuk dikonsumsi. Pedagang boleh berdagang dengan syarat sudah diperiksa kesehatannya dan terbebas dari PMK sehingga bisa menjual dagangannya dengan aman,” tegas Iwan Setiawan.

Selain itu, Pemkab Bogor juga telah melakukan berbagai upaya pencegahan PMK seperti telah mendidik kader penanganan hewan qurban bekerjasama dengan MUI kecamatan dengan target peserta 100 orang yang berasal dari DKM di 5 wilayah kecamatan yaitu Sukaraja, Jonggol, Ciampea, Nanggung, dan Cigudeg.  Serta pemeriksaan kesehatan hewan qurban dengan target 450 titik lokasi penjualan selama H-30 sampai H-1 dari 8 Juni sampai 9 Juli 2022.

“Mudah-mudahan melalui kerjasama ini bisa memberikan pengaruh yang luas, ke seluruh wilayah Kabupaten Bogor, untuk bersama-sama turun ke lapangan untuk memeriksa dan memberikan kenyamanan pada masyarakat tentang hewan qurban ini,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Plt. Bupati Bogor juga meminta kepada para camat yang didampingi oleh tim pemeriksa untuk turut serta keliling membantu memeriksa hewan qurban, sehingga masyarakat tahu bahwa hewan yang ada sehat dan aman untuk dijadikan hewan qurban dan dikonsumsi. “Tolong bantu keliling periksa kondisi kesehatan hewan qurban, saya minta juga penanganan PMK ini dilakukan secara bersinergi, sebab PMK ini adalah bencana non alam, seluruh PD harus fokus tidak hanya Diskanak, tapi TRC BPBD dan Satpol PP juga harus turun mendampingi tim medis,” pinta Iwan Setiawan.

Selanjutnya, Kepala Diskanak Kabupaten Bogor, Oetje Subagdja menjelaskan, diketahui bahwa Pemkab juga akan melakukan pemeriksaan postmortem setelah hewan disembelih di tiga titik pemotongan yaitu di Rumah Potong Hewan (RPH) Cibinong, Galuga, dan Babakan Madang.

“Juga 1.347 titik pemotongan di luar RPH pada hari H sampai H+3 atau 10-13 Juli 2022. Estimasi pemotongan hewan qurban ada 17.450 ekor terdiri dari 3.263 ekor hewan besar dan 14.187 hewan kecil. Terima kasih kepada para petugas yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan pemeriksaan hewan qurban. Apresiasi juga kepada para mahasiswa yang terjun ke masyarakat sebagai bentuk pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi, selamat bertugas tetap terapkan protokol kesehatan dengan baik,” tambah Kadiskanak.

Ditempat yang sama, perwakilan Dekan Fakultas Kedokteran IPB University, Santika menerangkan bahwa dalam kegiatan pemeriksaan hewan qurban dan keamanan hewan qurban ini ada 100 mahasiswa yang terlibat dan bertugas selama dua hari sejak 8-9 Juli 2022. Pemeriksaan hewan kurban dilakukan terhadap hewan-hewan kurban sebelum disembelih dan pemeriksaan keamanan daging pada Hari Raya Idul Adha nanti.

“Sehingga daging yang dikurbankan di Kabupaten Bogor ini layak dan aman dikonsumsi oleh masyarakat. Jadi masyarakat aman dan nyaman dalam mengkonsumsi daging qurban. Kami juga berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor atas kepercayaan yang diberikan pada kami, sehingga kerjasama ini bisa terjalin guna mengoptimalkan pemeriksaan hewan qurban dan keamanan hewan qurban di Kabupaten Bogor,” tandas Santika. (Red)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Pemkab Bogor Kolaborasi Galang Dana Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Pamijahan dan Leuwiliang
Next post Luar Biasa…Pertama di Sukaraja Pemilihan Ketua RW Ada Debat Calon
Close