Read Time:3 Minute, 32 Second


BANDUNG BARAT ||
Klarifikasi hak jawab Kades Girimukti, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat terkait pemberitaan di beberapa media berjudul ‘Dugaan Korupsi Kades Girimukti Masih Tahap Penyelidikan Polres Cimahi’.

Saat ditemuinya kades berinisial AS oleh wartawan deFakto.id iapun menjelaskan Pemberitaan tersebut merupakan tindakan provokatif terhadap masyarakat, karena menurutnya semua pembangunan di desa girimukti terus dilaksanakan dan tidak ada temuan bukti penyimpangan.

“Kami terus melaksanakan kegiatan pembangunan sesuai aturan, karena masyarakat bukan hanya satu dua orang yang mengawasi pekerjaan pemerintah desa Girimukti dan kita juga punya BPD, Babinmas dan Babinsa yang ikut mengawasi juga.Terus dari tingkat kecamatan juga melakukan monitoring evaluasi itu yang rutin dan juga diawasi oleh inspektorat dari kabupaten, itu kan sangat jeli atau pun ketika ada kekurangan pasti mengintruksikan, ini loh ada yang kurang harus ditambah, ini loh ada yang salah di perbaiki,” ujar A.S kepada deFakto.id, Senin (11/04/2022)

“Sementara di media mempertanyakan kegiatan dari tahun 2018.2019.2020 sampai 2021, kalau memang tidak selesai atau ada masalah dalam pekerjaan Pemdes pasti saya dapat teguran dan anggaran berikutnya pasti ditahan tidak akan cair, ini kan lancar-lancar saja, karena tidak ada masalah,” ucapnya.

Terkait bendungan irigasi yang dipersoalkan, AS menjelaskan : “Pertama tama saya dilaporkan kepada Plt bupati Hengky Kurniawan tentang adanya irigasi jebol dalam waktu seminggu setelah dibangun, dan pak Hengky langsung mengintruksikan inspektorat untuk meninjau lokasi, dan sekarang di muat lagi di berita dalam satu minggu laporannya jebol, padahal yang jebol itu bukan pembangunan irigasi namun tanggul sawah buatan masyarakat.

“Sampai saat ini irigasi tersebut masih kokoh dan kuat. Nanti boleh abang cek langsung ke lokasi irigasi, di Kp Jingjing dan silahkan juga semua media melihat dan kontrol, saya juga tidak mau membatasi karena memang sudah jadi kerjaannya untuk ikut mengawasi,” ungkap AS.

Terkait berita dugaan pekerjaan fiktif dan pekerjaan yang tidak sesuai spek Pekerjaan pemeliharaan monument/ gapura/ batas desa yang diduga anggarannya di mark up, A.S mengatakan : “Ya sekarang coba abang liat waktu kesini terlihat kan gapuranya, kenapa beritanya fiktif dan di mark up. Sekarang lihat hal yang kecil aja lah saya belanja tanda ucapan selamat datang di desa girimukti nya aja sudah lumayan hampir 6jt seperti huruf dan logo provinsinya, jadi apanya yang fiktif?,” tanya AS, heran.

“Seharusnya media tersebut konfirmasi ke kami atau ke bagian perencanaan pembangunan desa, pasti kita jawab apa adanya, jangan memberitakan seperti ini. Saya tau pemberitaan tersebut untuk menjastis saya, ingin menyalahkan semuanya ke saya, karena masalah pilkades di girimukti yang sudah berjalan dua tahun ini memang sedang tidak kondusif. Ketika pemerintah sedang berusaha ingin menyatukan masyarakat muncullah sekelompok orang yang ingin mengadudomba kembali, dua tahun kemarin sudah bersatu kembali sebenarnya masyarakat saya dalam keagamaan dalam sosial. Tapi terus mereka ingin menghajar saya dan memecah belah masyarakat saya, dan inilah kerugian bagi masyarakat saya ketika orang awam dibodohi seperti itu,” ungkap AS.

“Tapi untungnya mereka hanya sebagian kecil dari dengan jumlah hanya beberapa puluh orang, saya berharap kepada masyarakat Girimukti agar lebih hati-hati dan lebih cerdas lagi untuk menerima informasi media manapun, apalagi media sosial seperti Facebook book. Kepada wartawan, Saya mohon bertabayun dengan mengkonfirmasi, jangan main naikin berita sembarangan tanpa dasar yang jelas Nara sumbernya, dan harus disaring layak atau tidak pemberitaan tersebut untuk dinaikan ke publik, jangan sampai jadi bola fitnah yang menggelinding makin besar,” ungkap AS lagi.

Sebaliknya kepada media deFakto yang sudah mau mengklarifikasi terkait pemberitaan yang sudah tayang itu, saya apresiasi dan berterimakasih, sehingga saya berkesempatan mengutarakan hak jawab dan saya nyatakan bahwa berita tersebut itu berita Hoax dan menjastis saya sebagai kepala desa. Saya yakin informasi dalam berita tersebut dan saya berani menyatakan tidak benar karena semua pekerjaan sudah dikerjakan sesuai dengan rencana.

Kepada awak media deFakto, AS juga berusaha menjelaskan tentang honor guru ngaji dan anggaran kegiatan karang taruna, mobil ambulance yang masih di tangannya, hingga Pjs Kades yang tidak ada koordinasi dalam melanjutkan pekerjaannya, juga tak luput keputusan Plt Bupati Hengky Kurniawan yang telah memberhentikannya sementata sejak awal Januari 2022 yang dianggapnya telah menabrak Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Kepada Nara sumber berita di media, AS berharap agar lebih cerdas dalam menyuarakan pendapat dan mengeluarkan informasi, karena diyakininya bahwa dibalik semua ini adalah ujung dari kemenangannya dalam Pilkades yang hanya selisih 6 suara.

(Tunggu kelanjutan beritanya.)

Reporter : Budi/Hera.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Dugaan Korupsi Kades Girimukti Masih Tahap Penyelidikan Polres Cimahi
Next post Ade Yasin : Perlu Gebrakan Operasi Pasar Langsung ke Pedagang Untuk Stabilkan Harga
Close