Read Time:2 Minute, 25 Second

CIAWI – Plt. Bupati Bogor, Iwan Setiawan mendampingi Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengunjungi dua proyek nasional Bendungan Ciawi dan Sukamahi, Senin (25/7). Pada kesempatan tersebut Ridwan Kamil mengatakan, Insyaallah dalam waktu dekat, di tahun ini segera selesai dan segera diresmikan oleh presiden.
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengatakan, hari ini dirinya mengunjungi dua proyek nasional yang ada di Jawa Barat untuk pengendalian banjir dan manajemen air, yakni Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi.
“Insyaallah dalam waktu dekat, di tahun ini segera selesai dan segera diresmikan oleh Pak Presiden. Saya bertugas untuk memastikan persiapan-persiapan, juga melaporkan kepada masyarakat,” kata Gubernur yang akrab disapa Kang Emil.  
Kang Emil menerangkan, Insyaallah kalau dua bendungan ini jadi, akan mengurangi volume air yang mengalir begitu saja ke Ciliwung. Seperti yang kita tahu Sungai Ciliwung melintasi Jakarta, dengan kehadiran dua proyek ini dengan nilai proyek sekitar 1,6 trilyun rupiah, bisa mengurangi volume air saat musim hujan, sehingga potensi banjir di Jakarta bisa kita kurangi.
“Ini menjadi contoh betapa pemerintah serius dalam mengurangi kebencanaan air. Ini adalah dua dari sembilan bendungan yang dibangun di Jawa Barat dalam kepemimpinan Presiden Jokowi.
Mudah-mudahan, lanjut Kang Emil, yang lainnya bisa segera selesai juga,sehingga manajemen air di Jawa Barat yang merupakan provinsi yang paling banyak sungainya bisa kita kelola dengan baik.
Soal pengelolaan, Kang Emil menjelaskan, karena ini aset pusat akan dikelola oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC). Polanya bisa dikelola sendiri, koperasi, atau dilelang ke pihak ketiga.
“Apapun itu aset ini tetap milik negara hanya operatornya fleksibel sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.
Gubernur Jabar menambahkan, diluar itu, karena bendungan ini adanya di Kabupaten Bogor, tentu pemandangannya sangat indah. Saya titip agar ada ekonomi pariwisata bagi dua bendungan ini, sehingga ketika situasi airnya tidak ada dinamika, masyarakat bisa menikmatinya sebagai tempat wisata yang bisa menambah popularitas Kabupaten Bogor yang indah dalam hal pariwisata.
“Bendungan tidak identik dengan hal-hal yang sangat teknis, tapi juga hal-hal yang sangat visual yang membuat orang bangga melihat tempat yang luar biasa ini,” tambahnya.
Ia memaparkan, objek wisatanya bisa ditentukan oleh apa yang ada di sini, pariwisata Kabupaten Bogor itu khas, dengan melihat pemandangan yang indah saja sudah dianggap healing. Tinggal kalau orang berkunjung ke sini gak mungkin kalo gak makan, jadi bisa ada kulinernya juga.
“Sehingga orang pulang dari sini bisa senang dan punya memori positif, juga kenyang dengan makanan yang enak-enak,” papar Kang Emil.
Selanjutnya, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), Bambang Hidayah menyebutkan, saat ini prosesnya sudah 87 persen, dan akan diselesaikan dalam waktu satu hingga dua bulan kedepan.
“Secara umum kendalanya adalah cuaca, karena di sini curah hujannya tinggi dan bangunan kita adalah timbunan tanah. Jadi kami harus mengontrol kadar airnya secara ketat,” ungkap Bambang.
Bambang menuturkan, kami juga selalu berkoordinasi dengan semua pihak untuk menangani permasalahan yang ada, termasuk soal akses jalan, kita berkoordinasi dengan warga sekitar dan pemerintah setempat. (Red)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Pemkab Bogor bersama Komisi I DPRD Lakukan Audiensi dengan Presidium Bogor Timur
Next post Masjid Cahaya Qur’an Jannatuna dan Kampung Cahaya Qur’an Lahirkan Generasi Kabupaten Bogor Qur’ani 
Close