Read Time:2 Minute, 8 Second

EDITORIAL ||
Agen Siluman Berkeliaran mencari mangsa calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang hendak dijadikan korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ke luar negeri khususnya ke Timur Tengah.

Agen siluman biasanya akan memberangkatkan dengan cara non prosedural yang jelas-jelas melanggar hak azasi manusia yang membutuhkan jaminan keamanan dan keselamatan dalam bekerja.

Sebagaimana diduga dilakukan oleh pria berinisial Sad yang merekrut Calon TKW dari para petugas lapangan atau PL dari mulut ke mulut dan memberangkatkan calon TKW secara non prosedural.

Tidak sedikit TKW lolos di berangkatkan ke timur Tengah dengan tanpa melalui prosedur seperti pendidikan dan latihan kerja bahkan tanpa melalui medical chec up terlebih dahulu.

Apa jadinya apabila sponsor tersebut adalah siluman yang tidak ada bentuk badan hukum PT ataupun CV, Ini tentu menjadi permasalahan yang akan merugikan anak bangsa.

Dari caranya mereka memperlakukan calon TKI saja sudah ilegal dengan tanpa badan hukum seperti PT ataupun CV, bagaimana mungkin mereka sanggup mengurus dan mempertanggung-jawabkannya apabila TKI di Timur Tengah mengalami permasalahan, sedangkan dia sendiri tidak dilengkapi dengan payung hukum yang syah.

Biasanya, ketika seorang TKW selesai di berangkatkan dan tiba di Timur Tengah disambut oleh sponsor atau agency, hingga diserahkan ke tangan majikan yang memesan PMI, maka setelah itu Agen siluman akan menerima ratusan juta rupiah uang penjualan PMI dari pemesan atau agency di luar negeri.

Permasalahan akan timbul apabila PMI mengalami suatu masalah dalam pekerjaannya di majikan, seperti tidak bisa memasak ataupun tidak bisa mengoperasikan peralatan rumah tangga yang serba otomatis atau bahkan tidak dapat berkomunikasi karena tidak mengerti bahasa Arab, atau sakit-sakitan, yang biasanya berujung pada kejengkelan dan kemarahan majikan terhadap TKW. Dalam kasus tersebut hampir dipastikan Agen siluman tersebut dengan mudah menghilang tanpa jejak.

Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia BP2MI dan kepolisian harus segera bergerak dan bertindak meringkus Agen siluman yang hingga saat ini masih bergentayangan mencari mangsa para Calon TKI.

Agency siluman juga harus bertanggungjawab atas kepulangan sejumlah PMI yang diberangkatkan secara non prosedural dan melanggar Undang-undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Ringkus dan penjarakan agen siluman seperti terduga inisial Sad tersebut agar tidak ada korban berjatuhan lebih banyak dari anak bangsa yang sedang mengalami kesulitan perekonomian, karena kesulitan anak bangsa ini justru menjadi peluang besar bagi mereka untuk dengan mudah membujuk rayu dengan iming-iming berbagai kemudahan dan fasilitas di luar negeri.

Sedikitnya 3 anak bangsa yang telah diperjualbelikan dari sponsor atau petugas lapangan (PL) ke Sad untuk selanjutnya akan diperjualbelikan ke Timur Tengah, dia adalah Ayu, Ikoh dan Nia, ketiganya warga Sukabumi yang sempat dibawa ke penampungan sementara di bilangan Kampung Rambutan Jakarta Timur.

(Tim).

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Empat Rangkaian Kegiatan Besar Meriahkan HUT APKASI ke-22 di Kabupaten Bogor
Next post Bangun Sinergitas, AIPBR Silaturahmi ke Dinas Kominfo Kabupaten Bogor
Close